Menjemput Nafahat (10 Hari yang Istimewa)

Oleh: M. Sahrul Murajjab

 

Diantara cara Allah SWT menunjukkan kasih sayang-Nya kepada para hamba-Nya yang beriman adalah dengan memberikan keistimewaan khusus (privileges) kepada waktu atau tempat tertentu di mana Allah melipatgandakan nilai amal salih yang dikerjakan. Inilah yang disebut oleh Rasulullah SAW sebagai “anugerah” atau “angin sejuk” (nafahat) dalam sabdanya:

 

إن لله في أيام الدهر نفحات فتعرضوا لها،  فلعل أحدكم أن تصيبه نفحة فلا يشقى بعدها أبدًا” – صحيح الجامع

 

“Sesungguhnya diantara hari-hari yang ada sepanjang masa, (terdapat hari-hari dimana) Allah mempunyai anugerah (nafahat), maka carilah ia. Andai saja salah seorang diantara kalian mendapatkannya, maka ia tidak akan celaka selamanya”. (HR. Al-Thabarani dari Muhamad bin Maslamah r.a, sahih)

 

Salah satu nafahat tersebut terdapat pada sepuluh hari pertama dari bulan Dzul Hijjah, yang keistimewaannya dijelaskan dalam sebuah hadits riwayat Al-Bukhari dari Ibnu ‘Abbas bahwa Nabi SAW bersabda : “Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu: Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah”. Para sahabatpun bertanya : “Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?”. Beliau menjawab: “Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun.” Berdasarkan hadits ini Ibn Rajab Al-Hanbali dalam kitab Lathaif al-Ma’arif menegaskan bahwa perbuatan amal salih di sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah ini lebih baik nilainya dan lebih disukai Allah dari hari-hari lainnya tanpa terkecuali.

 

Alasan keistimewaannya, menurut Ibn Hajar al-‘Asqallani dalam Fathul Bari dikarenakan berkumpulnya sejumlah ibadah-ibadah pokok di dalamnya seperti shalat, puasa, sedekah (ibadah qurban) dan haji. Selain itu dari sepuluh hari tersebut terdapat hari yang paling mulia menurut Allah yaitu yaum al-Nahr (hari raya Qurban/’Idul Adha) dan hari Arafah. Tentang keutamaan hari ‘Arafah Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada satu haripun yang Allah lebih banyak membebaskan hambanya dari api neraka selain pada hari ‘Arafah”. (HR. Muslim).

 

Mengingat sedemikian istimewanya sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah, para ulama memberikan wejangan agar kesempatan tersebut tidak disia-siakan dan dapat digunakan sebaik-baiknya untuk memperbanyak taubat, menjauhi maksiyat, menjalankan amalan wajib dan meningkatkan ibadah sunnah, antara lain dengan menjalankan ibadah puasa khususnya pada hari kesembilan (Puasa Arafah) yang memiliki keutamaan dapat menghapus dosa dua tahun, yaitu tahun yang telah berlalu dan tahun sedang berlangsung (HR. Muslim). Selain itu bagi yang mampu sangat dianjurkan mengerjakan ibadah qurban dan menebarkan sedekah maupun amal sosial lainnya, terlebih di saat banyak yang tertimpa bencana dan sangat membutuhkan pertolongan.

 

Depok, 07 Nop 2010 / 1 Dzul Hijjah 1431

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: