Menjelaskan Ucapan Selamat Natal (Obrolan 2)

Dalam waktu dekat, teman-teman Kristiani akan merayakan hari raya kelahiran Yesus Kristus atau biasa disebut dengan Hari Natal tanggal 25 Desember 2009 nanti.

Teman-teman Kristiani selama ini barangkali menjumpai teman-temannya yang muslim ada yang memberikan ucapan selamat Natal dan ada yang tidak sama sekali. Mungkin timbul tanda tanya: ada apa gerangan?? Nah tulisan ini mencoba akan menjelaskan fenomena tersebut secara singkat dan (mudah2an juga) padat-berisi. Mudah-mudahna pula tulisan ini mewakili salah satu sudut pandang dalam kerangka interfaith dialogue.

Dalam tradisi pemikiran Islam memang kenyataannya berkembang setidaknya dua pendapat terkait mengucapkan selamat natal kepada umat Kristiani. Kelompok pertama menyatakan bahwa mengucapkan Natal dilarang alias tidak boleh/haram dilakukan. Kelompok lainnya berpendapat bahwa mengucapakan selamat natal sah-sah saja dan dibolehkan/legal atas nama hukum Islam. Kedua kelompok/pendapat ini masing-masing memiliki dukungan dari sejumlah ahli yang cukup otoritatif.

Pendapat kelompok kedua (yang membolehkan pengucapan Natal oleh seorang muslim) tidak akan diuraikan disini. Alasannya, pendapat ini ”tidak menimbulkan masalah” dalam hubungan seorang Kristiani dengan seorang Muslim dan dalam praktiknya akan diterima sebagai sesuatu yang wajar dalam hubungan interaksi sosial antar pemeluk agama yang mengharuskan untuk itu. Adapaun pendapat pertama (yang mengharamkan ucapan Selamat Natal) bisa jadi menimbulkan kesalahpahaman atau praduga yang tidak pada tempatnya. Untuk itulah tulisan ini saya tulis.

Secara mudah & ringkas bisa dijelaskan sebagai berikut:

Dalam pandangan Kelompok Pertama, ucapan Natal adalah ungkapan yang tidak value free, yang bebas dari konsep atau lepas dari worldview yang melahirkannya. Bagi kelompok ini, ucapan Natal adalah ungkapan yang value laden, menghimpun gagasan-gagasan yang meliputinya yaitu keyakinan Kristen akan lahirnya Yesus sebagai anak dari Tuhan Bapa sekaligus sebagai Juru Selamat bagi umat manusia.

Sementara dalam Islam, Yesus (baca: Isa) tidak lebih hanyalah seorang manusia biasa yang diangkat oleh Allah sebagai Nabi, laiknya Nabi Muhamad. Dua perspektif ini nyata berseberangan dan tidak mungkin bertemu dalam satu titik kecuali salah satu diantara keduanya menarik diri dari keyakinannya semula. Untuk itu, (sekali lagi menurut Kelompok ini) jika seorang muslim mengucapkan Natal kepada kawannya yang beragama Kristen, (dikhawatirkan) akan mengindikasikan pengakuan dia akan konsep yang dibawa oleh ucapan Selamat Natal itu, yakni kayakinan kelahiran Yesus sebagai anak Tuhan Bapa dan sang Juru Selamat.

Nah, melalui penjelasan ini dapat dimengerti mengapa Kelompok Pertama ini ”mati-matian” tidak mau mengucapkan selamat Natal kepada rekan Kristen-nya. Bagi mereka, ketika suatu masalah telah terkait dengan persoalan keyakinan (apalagi yang berbeda secara diametral/completely opposed), maka yang berlaku adalah “bagimu agamamu dan bagiku agamaku” tanpa ada tawar-menawar.

Tentu selain dalam persoalan seperti tersebut diatas, kelompok Pertama ini sepakat dengan kelompok kedua bahwa hubungan antara seorang muslim dan seorang Kristian dalam urusan-urusan yang bersifat sosial wajib berlaku dengan cara-cara yang baik, penuh etika dan bersahabat. Antara dua pemeluk agama yang berbeda ini boleh saling memberi hadiah, saling membantu dan juga saling melempar senyum atau bahkan bertukar cerita humor!!

Dalam konteks inilah ayat Al-Quran (QS. Mumtahanah/60:8) menyatakan: Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

Sekali lagi, semoga tulisan singkat ini bisa menjadi bagian dari upaya interfaith dialogue yang produktif untuk membangun semangat saling memahami dan toleran.

Jakarta, 22 Desember 2009

By: M. Sahrul Murajjab

With Best Regards…

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: